Menyambut Penuntut Ilmu dengan Gembira
Menyambut Penuntut Ilmu dengan Gembira adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Minnah ‘Alim Ar-Raqib. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Mubarak Bamualim, Lc., M.H.I. pada Selasa, 9 Jumadil Awal 1448 H / 20 Oktober 2026 M.
Kajian Hadtis Tentang Menyambut Penuntut Ilmu dengan Gembira
Dalam sejarah perjuangan Islam, beliau tercatat mendampingi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam berbagai medan perang, sedikitnya sebanyak 12 peperangan. Pada masa-masa akhir hayatnya, beliau menetap di Kota Kufah hingga wafat pada dekade 40-an Hijriah.
Kedatangan Shafwan bin Assal Menemui Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
عَنْ صَفْوَانَ بْنِ عَسَّالٍ الْمُرَادِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ فِي الْمَسْجِدِ مُتَّكِئٌ عَلَى بُرْدٍ لَهُ أَحْمَرَ، فَقُلْتُ لَهُ: يَا رَسُولَ اللهِ، إِنِّي جِئْتُ أَطْلُبُ الْعِلْمَ. فَقَالَ: مَرْحَبًا بِطَالِبِ الْعِلْمِ، إِنَّ طَالِبَ الْعِلْمِ تَحُفُّهُ الْمَلَائِكَةُ وَتُظِلُّهُ بِأَجْنِحَتِهَا، ثُمَّ يَرْكَبُ بَعْضُهُمْ بَعْضًا حَتَّى يَبْلُغُوا السَّمَاءَ الدُّنْيَا مِنْ مَحَبَّتِهِمْ لِمَا يَطْلُبُ.
Dari Shafwan bin Assal Al-Muradi Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata: “Aku datang menemui Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, ketika itu beliau berada di masjid, beliau sedang bersandar pada sebuah kain burdah (selimut) berwarna merah milik beliau. Lalu aku berkata kepada beliau, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku datang untuk menuntut ilmu.’ Beliau bersabda, ‘Selamat datang bagi penuntut ilmu. Sesungguhnya penuntut ilmu itu diliputi oleh para malaikat dan dinaungi dengan sayap-sayap mereka, kemudian sebagian mereka bertindih di atas sebagian yang lain hingga mereka mencapai langit dunia karena kecintaan mereka terhadap apa yang ia tuntut.`” (HR. Ahmad dan Thabrani). Sanad hadits ini dinilai baik (jayyid) oleh Syaikh Al-Albani.
Semangat Para Sahabat dalam Menuntut Ilmu
Riwayat dari Shafwan bin Assal Al-Muradi Radhiyallahu ‘Anhu memberikan gambaran tentang besarnya semangat para sahabat Radhiyallahu ‘Anhum dalam menuntut ilmu. Setelah meninggalkan ajaran agama nenek moyang dan memeluk Islam, para sahabat tidak hanya berhenti pada pengakuan keimanan, tetapi juga bersungguh-sungguh menimba ilmu langsung dari sumber utamanya, yaitu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
Para penuntut ilmu datang dari tempat-tempat yang jauh menuju Kota Madinah demi menimba ilmu agama. Mengenai hal ini, Imam Malik bin Anas Rahimahullahu Ta’ala pernah menyatakan:
الْعِلْمُ يُؤْتَى وَلَا يَأْتِي
“Ilmu itu didatangi, bukan mendatangi.”
Pernyataan ini menegaskan bahwa seseorang yang ingin memperoleh ilmu hendaknya berusaha mencari dan mendatangi para ulama atau guru yang memiliki pemahaman agama yang lurus. Tradisi ini telah menjadi kebiasaan umat Islam sejak zaman dahulu. Para penuntut ilmu mendatangi para syaikh dan ahli ilmu untuk mengambil faedah langsung dari mereka.
Sebagai contoh, para imam penyusun kitab-kitab hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, seperti Imam Bukhari, Imam Muslim, dan ulama lainnya, rela keluar dari rumah mereka. Mereka melakukan perjalanan jauh (safar) demi mengumpulkan hadits-hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
Hakikat ini menunjukkan bahwa ilmu memang harus didatangi dan tidak akan datang dengan sendirinya tanpa ada usaha.
Sikap Meneladani Shafwan bin Assal Al-Muradi Radhiyallahu ‘Anhu
Semangat mendatangi ilmu tecermin pada perbuatan sahabat Shafwan bin Assal Al-Muradi Radhiyallahu ‘Anhu. Beliau sengaja mendatangi Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang pada saat itu sedang duduk bersandar di masjid.
Shafwan bin Assal Al-Muradi Radhiyallahu ‘Anhu kemudian menyampaikan maksud kedatangannya dengan keikhlasan niat:
“Sesungguhnya aku datang untuk menuntut ilmu.”
Beliau menuntut ilmu langsung dari sumber utamanya, yaitu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
Anjuran Menyambut Penuntut Ilmu dengan Baik
Mendengar perkataan Shafwan bin Assal Al-Muradi Radhiyallahu ‘Anhu, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam langsung menyambutnya dengan ramah:
مَرْحَبًا بِطَالِبِ الْعِلْمِ
“Selamat datang, wahai penuntut ilmu.”
Sikap ini memberikan teladan bagi para pengajar, ustadz, maupun guru. Ketika ada murid yang datang untuk menuntut ilmu, hendaknya mereka disambut dengan rasa senang dan tangan terbuka.
Selain menyambut, metode pengajaran Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga diiringi dengan memberikan dorongan serta motivasi. Beliau menjelaskan salah satu keutamaan besar penuntut ilmu, yaitu diliputi dan dinaungi oleh para malaikat karena rasa cinta para malaikat terhadap perbuatan menuntut ilmu tersebut.
Keutamaan Bersafar untuk Menuntut Ilmu
Uraian ini memberikan pelajaran penting mengenai keutamaan melakukan safar dalam rangka menuntut ilmu. Ilmu agama tidak mungkin diperoleh secara instan tanpa ada usaha. Seseorang yang hanya berdiam diri di rumah tanpa mau belajar dan menghadiri majelis ilmu tidak akan mendapatkan ilmu.
Umat Islam dianjurkan untuk keluar rumah, mencari ilmu, serta mendatangi para pemilik ilmu di majelis-majelis ilmu. Bahkan, seseorang disyariatkan untuk melakukan perjalanan jauh (safar) demi meraih pemahaman agama.
Penghormatan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kepada Penuntut Ilmu
Pelajaran penting lainnya dari hadits ini adalah bentuk pemuliaan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam terhadap penuntut ilmu. Beliau menyambut kedatangan penuntut ilmu dengan hangat seraya bersabda:
مَرْحَبًا بِطَالِبِ الْعِلْمِ
“Selamat datang, wahai penuntut ilmu.”
Sikap Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ini menjadi teladan bagi para pengajar dan pemilik ilmu. Seseorang yang memiliki ilmu hendaknya menyambut serta menghormati para murid yang datang untuk belajar dengannya.
Metode Menerima Ilmu Menurut Ahlus Sunnah wal Jama’ah
Di antara metode pengambilan ilmu menurut Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah mengambil ilmu langsung dari ahlinya. Ilmu diambil dari para ulama yang mendalami Al-Qur’an dan sunnah serta berjalan di atas pemahaman para sahabat. Keteladanan para sahabat menjadi tolok ukur utama dalam beragama.
Metode Ahlus Sunnah ini berbeda dengan kelompok yang bersandar pada hal-hal yang tidak pasti, seperti klaim mendapatkan ajaran agama melalui mimpi semata. Landasan hukum dan sumber ajaran Islam yang sah berasal dari Al-Qur’an dan hadits yang diyakini serta dipahami secara benar.
Menyambut Penuntut Ilmu dengan Rasa Gembira
Para pengajar dianjurkan untuk menyambut penuntut ilmu dengan penuh kegembiraan dan kelapangan dada. Kegembiraan ini hadir karena para penuntut ilmu datang membawa niat mulia untuk mencari kebaikan.
Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download dan simak mp3 yang penuh manfaat ini.
Download MP3 Kajian
Podcast: Play in new window | Download
Mari turut membagikan link download kajian tentang “Menyambut Penuntut Ilmu dengan Gembira” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda. Jazakumullahu Khairan.
Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com
Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :
Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv
Artikel asli: https://www.radiorodja.com/56648-menyambut-penuntut-ilmu-dengan-gembira/